Pakai CMS atau Tidak?

Saya suka sesuatu yang sederhana, dan gampang digunakan. Oleh karena itu di waktu saya baru serius belajar tentang website, saya memakai CMS wordpress. Kenapa tidak, wordpress gampang, fitur banyak, dan banyak kelebihan lainnya.

Namun apakah kalau ingin mempunyai website harus pakai CMS? pakai wordpress? pakai joomla?

Belum tentu, tergantung kebutuhan. Kalau untuk website yang sering diupdate, ya CMS solusinya. Tapi kalau website-website yang jarang diupdate, terkadang lebih baik membuat Static Websites atau Website Statik.

Static Websites adalah website dimana konten yang disajikan itu sama dengan konten yang disimpan di website tersebut. Rata-rata cuma menggunakan HTML, CSS, & JS. Berkebalikan dengan Dynamic Websites yang menyajikan konten secara dinamis menggunakan aplikasi web. CMS adalah contoh yang paling mudah dari Dynamic Websites.

Salah satu hal yang membuat saya semangat adalah menghasilkan lebih dengan sumber daya yang seminimal mungkin. Dengan static website anda bisa membeli hosting yang berkapasitas kecil (1 – 10) MB untuk menyimpan file-file html & css website anda lalu file lain seperti foto bisa disimpan di Dropbox atau jasa penyimpanan file gratis yang sejenis. Anda tinggal daftar domain saja.

Sebagai informasi, banyak website-website perusahaan ternama yang menggunakan static website.

Jadi nggak selalu harus pakai CMS.

One thought on “Pakai CMS atau Tidak?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *